FF Yoonhae – Who Knows part 4

Tittle : Who Knows Part 3

Author : Cho Ri Rin (Adele)

Cast :

- Super Junior Lee Donghae as Lee Donghae

- SNSD Im Yoon Ah as Im Yoon Ah

- Super Junior Lee Sungmin as Lee Sungmin

- SNSD Lee Sun Kyu as Sunny

Other Cast : – Lee Family – Im Family

Genre : Family, Romance, Friendship, Conflict

Disclaimer : Sungmin dan Donghae, milik Tuhan, Keluarganya, Yeojanya dan ELF Sunny dan Yoona, Milik Tuhan, Keluarganya, Namjanya dan Sone. Cerita terinspirasi dari teenlit SMASH :)

Yoona masuk kedalam rumahnya disambut dengan wajah cemas tuan Im.
“Waeyo Appa?”
“Oh, kau sudah pulang. Begini Donghae tadi menelpon. Dia sakit parah. Coba deh jenguk dia di Apartementnya. Jangan lupa bawa roti da kue ini.”
“Mwo? Kenapa appa terlihat cemas seperti ini?”
“Sudah jangan banyak bicara. Cepatlah ganti baju, makan siang, lalu pergi ke Apartement Donghae. Arraseo?”
Yoona menghela nafas.

Part 4

Yoona POV.

Aku sudah berdiri didepan pintu Apartement nomer 15. Berkali-kali aku memencet bel tapi belum dibuka sama sekali.
“Nuguseyo?” seseorang membuka pintu itu, Eunhyuk Sunbae. “Oh, Yoona. Ada apa? Ingin menjenguk Hae ya?”
Aku tersenyum hambar dan mengangguk. “Donghaenya ada.”
“Dia dikamarnya, sudah satu minggu ini dia demam dan mengurung diri didalam kamarnya.”
Aku mengangguk.
“Namja itu tidak mau ke rumahh sakit. Dia bilang dia akan sembuh kalau bermain music tapi berhubung tubuhnya lemah dia tidak bisa bermain music.” Eunhyuk Sunbae mengantarku kedepan pintu kamarnya. “Masuk saja.”
Aku tercengang.
“Gwencana, kau bisa membuka pintunya lebar-lebar. Aku ada diruang tv.”
Aku mengangguk dan masuk lambat. Aku bisa melihat Donghae terbaring seperti orang mati. Kasurnya berantakkan, hidung namja itu merah memar. Aku hanya menggeleng, Dasar anak mami.
Aku mendekatinya dan menaruh tanganku didahinya. Panas sekali. Aku menaruh buah tanganku dan berjalan keluar untuk meminta kain kompres dan mangkuk.
Aku mengatur posisi tidurnya. Menyelimutinya dengan benar, mengecilkan suhu AC baru mengompresnya.
“Eomma.Eomma.”
Aigoo, sudah besar saja dia masih mengigau. Tiba-tiba tanganku seperti dipegang seseorang.
“Gomawo?”
“Sudah istirahat lah. Kau mau makan apa? Aku akan membuatmu bubur, apa kau mau?”
Donghae mengangguk. Aku keluar dan menyiapkannya bubur.
Tidak berapa lama, buburku masak. Aku menyuapinya hingga bubur itu habis.
“Kau ini kenapa tidak kedokter, eoh? Kalau seperti ini teruss kau tidak bisa sembuh.”
“Nanti sembuh sendiri kok. Kan ada kamu yang ngerawat aku.”
Ahh, saat sakit saja dia masih bisa menggodaku. “Sudah. Ayo kita ke dokter?”
“MWo? Shireo.”
“Waeyo? Atau jangan-jangan kau takut ke dokter karna takut disuntik ya?”
Donghae menunduk malu.
Aku tertawa terbahak mendengarnya. Aku berhenti tertawa dan beranjak. “Aku pulang.”
“Ya! Kenapa cepat sekali? Aku belum sembuh.”
“Untuk apa aku berlama-lama disini.”
Donghae menahan lenganku. “Sebentar lagi lah. Ayolah.”
Aku menghela nafas dan duduk kembali. Menemaninya sebentar tidak masalah.
Tiba-tiba terlintas akal jahilku. Aku membuka selimutnya dan mengeretya keluar.
“Eodi?”
“Praktek dokter.”
Donghae melepaskan tanganku langsung terjun kekasurnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. “Shireo, aku tidak mau ke dokter.”
Aku menarik selimutnya. “Ya, Lee Donghae kau itu harus cepat sembuh. Sebentar lagi ada pertandingan bukan.”
“Shireo aku tidak mau, Im Yoona.” Teriaknya seperti suara bapak-bapak.
“Bangun tidak. Atau aku menyuruh Eunhyuk sunbae menelpon dokter agar dia kesini.”
“Baiklah-Baiklah. Kita kedokter tapi dengan satu syarat.” Ujarnya keluar dari dalam selimut. “Aku akan kedokter kalau kau berkencan seharian denganku.”
“Mwo? Kau gila.”
“Ayolah, aku akan dokter.”
Aku menghela nafas. “Baiklah.”

“Jangan lupa obatnya diminum. Kau harus cepat sembuh, pertandinganmu sebentar lagi.” Cerocosku pada Donghae saat mereka baru saja kembali dari dokter.
Donghae hanya termangu melihat lima bungkus obat yang berbeda. Dari wajahnya sudah tersirat Bagaimana aku memakannya?
“Eunhyuk sunbae, aku titip namja manja itu. Kalau dia tidak mau minum obatnya beritahu aku. Aku yang akan menyuruhnya minum dengan paksa.”
“Siap Captain.”
“Ya! Itu pemaksaan, chagi.” Rengek Donghae.
Aku menginjak kaki Donghae. “Jangan panggil aku dengan sebutan itu. Kita tidak ada hubungan.” Jawabku mengambil tas dan keluar. “aku pulang. Semoga cepat sembuh.”
“Hei jangan lupa kau punya hutang kencan denganku. Aku akan menagihnya.” Teriak namja gila itu.

Donghae POV.

Hari ini Appa dan Eomma akan datang. Mereka baru tahu kalau aku sakit setelah aku sembuh.
“Kau ini, sudah eomma bilang kalau sakit ya ke Dokter.”
Aku hanya bisa mengeluarkan cengiranku.
“Jangan terlalu memaksakan kehendak, Hae.” Sahut Appa.
Sungmin hyung baru datang da ikut duduk dengan kami.
“Bagaimana pekerjaanmu?” Tanya Appa.
“Lancar.” Jawab Hyung sekenanya.
“Ada apa denganmu, SUngmin.”
Hyung menghela nafas. “Fishy berhentilah menganggu Yoona. Aku bisa merasakan kalau Yoona itu lelah kau permainkan.”
“Aku tidak mempermainkannya, Hyung.”
“Apa maksud kalian ini?”
“Donghae sudah mengenal keluarga Im. Dia juga sudah mengenal Yoona. Tapi dia tidak mengakui statusnya sebagai saengku, eomma.”
“Apa itu benar?”
Aku hanya mengangguk.
“sampai kapan kau akan pura-pura seperti ini. Sampai aku dan Yoona menikah.”
“Mwo? Menikah.”
“Hyungmu benar. Appa ingin mendengar alasanmu?”
“Aku hanya ingin mendekatka diri saja. Mengetahui bagaimana sikap asli keluarga itu. Kalau aku jujur, aku yakin mereka bisa berakting baik denganku. Yoonakan calon kakak iparku, jadi aku berhak mengetahui sifat aslinya.”

Author POV.

Hari ini Yoona dan Sungmin sedang duduk santai di sebuah taman sambil melihat anak kecil. Sungmin menceritakan seluruh kegiatannya, pekerjaannya. Yoona mendengarkan dan sekali-sekali ikut bertanya. Mereka tersenyum dan tertawa bersama tanpa menyadari seorang namja sedang memperhatikan mereka. ‘aiish, tumben sekali hyung bisa mesra dengan yeoja lain selain dengan Sunny.’ Batin Donghae, namja yang memperhatikan merek dari semak-semak. Tidak berapa lama terlihat Yoona sedang bermain dengan anak kecil yang ada disana. Sedangkan Sungmin sedang coba kalian tebak?? Seperti biasa ia mengangkat telpon di ponselnya lalu izin pada Yoona untuk pergi. Yoona tersenyum dan memaklumi kalau calon suaminya itu sangat sibuk hingga harus bertemu dengan ‘teman’ kerjanya terus.
Yoona menghirup kopi panas sambil merasakan angin sore yang melewati taman. Tiba-tiba seorang namja duduk menghempaskan tubuhnya dibangku taman hingga yeoja cantik itu kagett setengah mati. Siapa saja akan kaget kalau tiba-tiba ada namja gila duduk disebelahnya.
“Ada apa kau disini?”
“Ini tempat favoritku. Sepertinya kita benar-benar berjodoh, memiliki tempat favorit yang sama.”
“Tidak usah bermimpi tinggi disiang bolong nanti kalau jatuh lebih menyakitkan daripada jatuh kejurang loh.” Saran Yoona sambil menghirup kopinya.
“Tidak apa aku jatuh, asalkan aku jatuh karnamu.” Donghae ngegombal.
Yoona menggeleng dan memijit pelipisnya. Sampai kapan namja ini mengangguku. Aku tidak kuat Tuhan. Batin Yoona.
“Kemana calon suamimu? Kok sendirian?”
“Dia baru saja pergi. Mau bertemu dengan teman kerjanya.” Jawab Yoona masih memandang kearah anak kecil.
“Teman kerja? Teman Tapi Mesra?” goda Donghae.
Yoona menoleh kearah Donghae yang tampak santai memandang kedepan. “Apa maksudmu?”
“Tidak ada maksud. Aku hanya menebak. Aku yakin saat ini dia bertemu mantan pacarnya yang butuh bantuan.”
“Jangan menghasutku Lee Dong Hae.”
“Aku tidak menghasutmu, aku hanya ingin memberitahu semuanya.”
Yoona beranjak dari duduknya. “Aku pulang.”

Setelah dari taman namja itu datang kerumah Yoona walaupun sebenarnya dia tidak diterima oleh yeoja itu tapi Tuan Im dengan ikhlas menyuruhnya masuk dan membuat roti bersama. Tidak berapa lama Kyuhyun datang dengan membawa kardus sedang.
“Kyu oppa.” Sambut Yoona penuh senyuman.
“Hai yoong. Lama tidak bertemu. Ini kaset, CD yang kamu butuh untuk latihan. Aku taruh disini ya?”
Yoona mengangguk lalu menarik lengan Kyuhyun masuk kearah ruang keluarga yang dekat dengan dapur.
“Appa. ada Kyu oppa?”
“Wah. Kyuhyun kau datang. Masuk-masuk, kebetulan si Donghae lagi membuat kue. Jadi jangan dulu pulang sebelum rotinya selesai.”
Kyuhyun mengangguk tersenyum sungkan. Tuan Im kembali masuk ke dapur.
“Disini ada Donghae?”
Yoona mengangguk. “Namja gila itu tidak berhenti untuk menggodaku.”
“Sepertinya dia sangat akrab dengan abeoji.” Kyuhyun iri pada namja itu, ia dan Tuan Im sudah lama mengenal tapi tidak dekat seperti Tuan Im dengan Donghae.
“Dia pintar sekali merayu, Appa. aku tidak tahu dia memelet Appa dengan apa?”
“Aku tidak memelet aboeji. Aboeji sendiri yang terpesona dengan ketulusan hatiku.” Sambung Donghae yang baru datang membawa roti dan minuman. “Silahkan dimakan Kyuhyun-ssi, ini hasil buatan menantu Tuan Im.”
“Ya. Kau.” Yoona memukul Donghae keras.
“Kau ini, suatu saat nanti aku ini akan jadi suamimu.”
“Shireo. Lebih baik aku dengan namja lain…”
“Permisi…” seseorang dari luar memanggil.
Yoona dan Donghae beranjak ingin menyambut tamu itu.
“Ada apa datang kerumah mertuaaku..” ucap Donghae yang tiba-tiba dibungkam oleh Yoona.
“Ada apa oppa?” Tanya Yoona manis. Donghae berusaha melepaskan tangan Yoona dari mulut Donghae. “Aku tidak bisa bernafas bodoh.” Gerutu Donghae sambil menatap tajam hyungnya.
“Apa abeoji ada?” Tanya SUngmin.
Yoona mengangguk dan mengajaknya masuk. Aigoo, tiga namja yang berebut Yoona ada dalam satu ruangan keliatan baget kakunya. Yoona membawa Sungmin ke dapur. Sungmin bercerita sebentar dengan Tuan Im dan Yoona meminta izin bahwa akhir-akhir ini dia tidak bisa datang kerumah ada urusan dengan teman dan bulan depan dia akan ke Jepang. Setelah Izin tersebut Sungmin berpamitan pulang lalu tidak lama dari Sungmin, Donghae izin pamit pulang. Yoona dan Kyuhyun tidak mengerti kenapa namja itu ingin cepat pulang.

Donghae menghadang sebuah mobil Audi berwarna Putih Susu dengan motornya. Ia turun dari motornya dan mengetuk jendela mobil tersebut. “Hyung, keluar.”
Pemilik mobil itu yang ternyata Sungmin keluar dari mobilnya. Donghae mengangkat kerah baju Sungmin. “Izin tidak kerumah karna ingin berdua dengan Sunny. Apa aku benar?”
Sungmin terdiam dan melepaskan tangan Donghae dari kerah kemejanya. “Apa urusanmu?”
“Kau keterlaluan hyung. Yoona itu calon istrimu. Sebagai calon suami kau harus mendukungnya untuk tes universitas lusa.”
“Sunny juga membutuhkanku. Ini masalah pekerjaan Hae. Kau akan mengerti kalau kau sudah bekerja.”
“Cih. Lebih baik aku menjadi atlit daripada bekerja sepertimu yang lupa kalau seseorang menunggumu.”
“Sudahlah aku tidak punya waktu untuk ini. Kita bicara nanti di apartment saja.” Sungmin berlalu masukkedalam mobilnya meninggalkan Donghae sendiri.

Tiga hari Donghae hanya memperhatikan Yoona dari kejauhan. Dia ingin memberi waktu pada yeoja itu untuk tes universitasnya. Namja itu menekan ponselnya.
“Yeobseyo.”
“Ada apa menelponku?”
“Aku merindukan suaramu.”
“Aiiish.”
“Jangan dimatikan. Aku hanya ingin menyuruhmu untuk bersiap.”
“Bersiap? Untuk apa?”
“Aiish. Apa kau lupa? Kau punya kencan seharian denganku.”
Yoona menghela nafas. “Arraseo.”
“Lusa aku akan menjemputmu jam tujuh. Arraseo?”
“Nee.” Jawab Yoona lemah dan mematikan telponnya.

————————————————————————————————-

I’m back. i’m back.. Annyeong,

akhirnya saya ngepublish who knows yang keempat. semoga kalian suka :D
oh iya bagi yang nunggu FF My Old Love, My Love Nowm and My Love Later part 3 nya harap bersabar yya. entah kenapa saya kurang mood buat ngelanjuttinnya. sekali lagi Mianhee.

Don’t forget RCL.a readers.

About these ads

8 thoughts on “FF Yoonhae – Who Knows part 4

  1. Waa Keren FF nya, Yoona Uda Punya Rasa Blm Ya Sm Donghae??
    Lanjutan Nya Jgn lama2 Ya..! Oya Ma’af Aku Baru Koment Di Part Ini.,. Soalnya Aku Baru tau Ff Ni Jd Sekalian Deh Koment Nya^^

  2. RinduforKPop berkata:

    donghae si anak mami yang takut sama dokter,
    tapi demi kencan sama Yoona rela melawan rasa takutnya ketemu dokter…
    assoyyy thor makin seru aja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s